Blog ini adalah segala hal dari apa yang ada, fiksi, nonfiksi, atau sesuatu di antaranya. Dengan semangkuk wawasan pribadi saya tentang spiritualitas, sejumput ilmu pengetahuan, stoples isu lingkungan, beberapa rempah-rempah sastra, dan karung peristiwa sederhana dari kehidupan sehari-hari saya, ini adalah dapur 'telanjang' di mana setiap orang diundang untuk menonton bagaimana saya menyulap semua bahan.
Senin, 15 Oktober 2012
Writers Block
mungkin sekarang ini gue lagi mengalami yang namanya Writers Blocks. situasi dimana seorang penulis mandek dalam proses menulisnya.
Lomography
Lomography menurut penyimpulan gua adalah suatu bidang fotografi yang menggunakan kamera analog, lebih spesifiknya kamera Lomo. Gua sendiri masih baru mempelajari dunia Lomography ini, jadi belum begitu ngerti. Salah satu komunitas Lomography terbesar di Indonesia adalah Lomonesia, gua juga udah register sebagai anggotanya, mudah-mudahan ke depanya bisa ikut event-event yang mereka adain.
Mungkin
Mungkin
kebanyakan orang berpendapat kalo kamera analog itu jadul, kuno, gak modern, dan gak cocok buat anak muda. Tapi semua itu 100% salah, buat sebagian orang, kamera analog justru memiliki ke-khas-an sendiri, walaupun nggak sepraktis kamera digital atau DSLR. Banyak juga anak muda sekarang yang memilih menggunakan kamera analog untuk menekuni hobi fotografi mereka. Jadi persepsi bahwa kamera analog itu udah gak jaman, sama sekali salah !
Curcol: Suasana Baru
Kehidupan orang ber golongan darah O bisa dibilang dinamis. Mereka cenderung cepat bisa menyesuaikan diri. tapi ko gue sejauh ini belum bisa seutuhnya menyesuaikan diri dengan lingkungan baru gue ya, bahkan cenderung menganggap semuanya tidak penting.
Minggu, 07 Oktober 2012
Rasa Sebuah Senja
Kulihat ada sesuatu yang berbeda
Rasa yang beda dari senja yang pernah kurasa
Kulihat langit senja yang ada
Aku terus menengadah ke langit senja
Yang ada hanyalah langit senja yang tiris
Senja yang beda dari senja yang pernah kurasa
Dulu senjaku adalah senja oranye benderang yang subur dengan impian
Kali ini yang terlihat hanyalah senja yang kalut
Yang berwarna lembayung pekat dan mulai menumpahkan kemuraman
-FA, di kamar pada suatu malam-
Cilegon, 6 Oktober 2012
Rabu, 03 Oktober 2012
Terjemahan Syair Sayyid Ahmad Hasyimi
Bersabarlah dan ikhlaslah dalam setiap langkah perbuatan
Terus meneruslah berbuat baik ketika di kampung dan di rantau
Jauhilah perbuatan buruk, dan ketahuilah pelakunya pasti diganjar, di perut bumi dan di atas bumi
Bersabarlah menyongsong musibah yang terjadi dalam waktu yang mengalir
Sungguh di dalam sabar ada pintu sukses dan impian kan tercapai
Jangan cari kemuliaan di kampung kelahiranmu
Sungguh kemuliaan itu ada dalam perantauan diusia muda
Singsingkan lengan baju dan bersungguh-sungguhlah menggapai impian
Karena kemuliaan tak akan bisa diraih dengan kemalasan
Jangan bersilat kata dengan orang yang tak mengerti apa yang kau katakan
Karena debat kusir adalah pangkal keburukan
Selasa, 02 Oktober 2012
Persimpangan Hidup
Aku
adalah manusia yang selalu tahu kemana aku harus melangkah, bagiku… hidup penuh
dengan pilihan, banyak jalan yang harus ku pilih dan ku tempuh… aku harus tahu
disaat aku harus belok kanan, belok kiri, atau berjalan lurus ke depan. Semua
pilihan yang dihadapkan padaku, aku yang menentukan. Dan disaat sebuah pilihan
yang aku tentukan berakhir pada sebuah kebuntuan… aku takkan pernah sesali
pilihan itu, yang harus aku lakukan adalah berhenti sejenak untuk berpikir lalu
kembali ke belakang… dan mencari jalan lain, karena hidup memang penuh dengan
pilihan. Jangan pernah berhenti dan menyerah pada sebuah kebuntuan… yang
terpenting bagiku sekarang adalah terus dan terus berjalan.
Jalan
dan kebuntuan layaknya prolog dan epilog dalam sebuah cerita, merekalah sang
pemeran prolog dan epilog, sebuah pemanis indahnya suatu cerita kehidupan. Disaat
kau terpuruk karena sebuah kebuntuan… itu terasa layaknya seperti bernaung
dalam gelap, buta tanpa cahaya. Mungkin kau akan kehilangan arah dan lupa akan
jatidirimu. Tapi, cobalah lihat sekelilingmu… justru disaat itulah cahaya
selemah apapun akan terlihat oleh matamu.
Tak
hanya karena sebuah kebuntuan kau terpuruk dalam hidup, adakalanya kau akan
terpuruk disaat kau masih berada dalam sebuah persimpangan. Keterpurukan adalah
sebuah luka yang hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam
yang kita izinkan. Luka adalah seni dalam sebuah kehidupan. Dan… seni dalam
kehidupan adalah hidup bersama luka. Goresan-goresan indah dari sebuah luka
adalah seni bagi manusia yang tak kehilangan arah saat sebuah kebuntuan
menghadangnya. Tapi tidak untuk mereka yang kehilangan arah dan lupa akan
jatidirinya. Setiap manusia pasti pernah merasakan disaat dirinya berada dalam
sebuah persimpangan, kadang itu memang terasa memilukan… memang tidak mudah
berada dalam posisi manusia di persimpangan, janganlah menyerah pada sebuah
kebuntuan… teruslah dan terus berjalan.
Genre dalam Novel
Menurut sumber (wikipedia dan associatedcontent.com) ada beberapa kategori (genre) yang umumnya dipakai dalam novel-novel fiksi:
Mystery, genre misteri adalah genre yang paling
populer, karena bagian akhir sama penting dengan bagian awal. Biasanya,
dalam sebuah novel misteri petunjuk yang disampaikan pada pembaca berupa
potongan-potongan dan hanya diungkapkan secara keseluruhan pada bagian
akhir. Contoh: And Then There Were None – Agatha Christie
Crime, crime novel atau novel tentang kejahatan
sering dikelompokkan dalam genre misteri, meskipun urutan plotnya sangat
berbeda. Novel genre ini lebih fokus pada suatu penyelidikan
(melibatkan detektif, polisi, petugas medis, dll) untuk mengungkap kasus
yang sangat mengerikan atau keji. Contoh: The Innocent Man – John Grisham
Chick Lit, genre novel yang ditulis terutama untuk
perempuan dan fokus pada permasalahan umum yang dihadapi mereka,
misalnya persoalan karir, percintaan, dan umumnya disampaikan dengan
perspektif yang menghibur. Contoh: Confessions of a Shopaholic – Sophie Kinsella
Fantasy, Novel fantasi berhubungan dengan
tempat-tempat yang jauh, tanah mistis dan makhluk khayalan. Novel
fantasi yang paling mengandung unsur magis dan biasanya difokuskan pada
jaman abad pertengahan. Contoh: Harry Potter – J.K Rowling
Historical Fiction, Novel fiksi sejarah selalu
berakar pada fakta dan membuat sindiran terhadap peristiwa-peristiwa
aktual di masa lalu. Hal ini penting bagi seorang novelis fiksi sejarah
untuk mengerti sejarah dengan baik. Contoh: Gone With the Wind – Margaret Mitchell
Horror, Genre sastra horor adalah pilihan novel yang
didasarkan pada satu prinsip, harus menakut-nakuti pembaca. Beberapa
novel horor fokus pada supranatural, pembunuh berantai, pemerkosa dan
bentuk kejahatan yang lebih realistis. Horor tidak harus diisi dengan
darah dan kejahatan, karena banyak dari novel horor yang ditulis lebih
mefokuskan pada sisi psikologis dari suatu pembunuhan dan kekacauan. Contoh: It – Stephen King
Romance, genre roman umumnya bercerita tentang
cinta, seks, kehilangan dan penyesalan yang merupakan kriteria utama
untuk jenis novel ini. Ceritanya lebih terfokus
pada pertemuan-pertemuan cinta antara pria dan wanita dan berada dalam
keadaan yang mereka sendiri tidak dapat kendalikan. Seringkali, adanya
cinta segitiga melibatkan dua wanita dan seorang pria atau dua pria dan
seorang wanita, dan novel roman biasanya diatur dalam setting fantastis
atau eksotis. Komponen yang paling penting dari sebuah novel roman
adalah kekuatan karakter (yang biasanya glamor) dan kekuatan konflik
(tentang kehidupan dan kematian). Contoh: A Walk to Remember – Nicholas Sparks
Science Fiction, Fiksi ilmiah berbeda dengan cerita
fantasi, karena didasarkan pada fakta ilmiah bukan mitologi. Sebuah
kisah sci-fi tidak harus sepenuhnya benar, tetapi penulis harus memiliki
beberapa pemahaman ilmu pengetahuan, fisika dan hukum-hukum alam
semesta. Contoh: Fahrenheit 451 – Ray Bradbury
Suspense/ Thriller, Seringkali thriller berurusan
dengan kejahatan atau kejadian supranatural, tapi dasar plot berakar
pada perjuangan karakter untuk bisa bertahan hidup. Selalu ada masalah
hidup atau mati dalam sebuah novel thriller dan suspense. Contoh: Are You Afraid of The Dark – Sidney Shieldon
Itulah tadi 9 kategori/ genre yang paling banyak dijumpai dalam
novel-novel fiksi. Untuk pengelompokkan suatu novel fiksi bisa dibagi
sampai 62 sub kategori novel, antara lain: Adventure, Family Saga,
Gothic, Comedy, Time Travel, Steampunk – dan masih banyak lagi, lihat disini kalau ingin tahu lebih banyak.
Langganan:
Postingan (Atom)